Produksi susu sapi perah di Magetan menurun akibat kemarau

Penurunananya rata-rata mencapai 2 hingga 3 liter per sapi. Itu karena saat kemarau seperti sekarang ini sulit mencari rumput gajah yang masih segar dan hijauMagetan (ANTARA) - Sejumlah peternak sapi perah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyatakan produksi susu yang dihasilkan ternaknya menurun akibat kekeringan seiring musim kemarau tahun 2019.Peternak sapi perah di lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Sukarni mengatakan musim kemarau telah berdampak pada terbatasnya rumput gajah hijau dan segar yang menjadi pakan utama sapi-sapi peliharaannya."Penurunananya rata-rata mencapai 2 hingga 3 liter per sapi. Itu karena saat kemarau seperti sekarang ini sulit mencari rumput gajah yang masih segar dan hijau," ujar Sukarni kepada wartawan di Magetan, Rabu.Baca juga: DPR minta Kementan fokus tingkatkan produksi susu sapiMenurut dia, dalam kondisi normal, seekor ternak sapinya bisa menghasilkan 20 liter susu setiap harinya. Kini saat musim kemarau, per sapi hanya menghasilkan 17 hingga 18 liter susu per hari."Kondisi normal, saya minimal bisa menghasilkan 1 kwintal susu sapi per hari, bahkan lebih. Sekarang saat kemarau susah bisa capai 1 kwintal," katanya.Guna mendongkrak produksi susu dari ternak sapinya, Sukarni menyiasati dengan memberi pakan tambahan, berupa konsentrat. Hal itu membuat pihaknya mengeluarkan biaya produksi tambahan.Baca juga: Produksi susu segar bakal melonjak dengan PerpresSeperti diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki program prioritas berupa pengembangan budi daya sapi perah dan kelinci guna mewujudkan agrowisata dan kampung ternak.Terdapat empat kecamatan yang dipilih sebagai lokasi pengembangan peternakan sapi perah. Yakni di Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan dan Sidorejo. Keempat lokasi tersebut ditunjuk karena dinilai memiliki ketersedian pakan rumput yang melimpah.Baca juga: BKPM berharap produksi peternakan kurangi impor susuData Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mencatat saat ini populasi sapi perah di Kabupaten Magetan mencapai 200 ekor sapi perah. Rata-rata para peternak sapi perah tersebut memiliki empat hingga lima ekor sapi perah.Keberadaan sentra sapi perah di lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan tersebut menjadi andalan untuk mengekspos sentra peternakan dan pariwisata di wilayah itu.Baca juga: Peternak sapi diminta tingkatkan produksi susuPewarta: Louis Rika StevaniEditor: Agus SalimCOPYRIGHT © ANTARA 2019 Let's block ads! (Why?)

Produksi susu sapi perah di Magetan menurun akibat kemarau

Penurunananya rata-rata mencapai 2 hingga 3 liter per sapi. Itu karena saat kemarau seperti sekarang ini sulit mencari rumput gajah yang masih segar dan hijau

Magetan (ANTARA) - Sejumlah peternak sapi perah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyatakan produksi susu yang dihasilkan ternaknya menurun akibat kekeringan seiring musim kemarau tahun 2019.

Peternak sapi perah di lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Sukarni mengatakan musim kemarau telah berdampak pada terbatasnya rumput gajah hijau dan segar yang menjadi pakan utama sapi-sapi peliharaannya.

"Penurunananya rata-rata mencapai 2 hingga 3 liter per sapi. Itu karena saat kemarau seperti sekarang ini sulit mencari rumput gajah yang masih segar dan hijau," ujar Sukarni kepada wartawan di Magetan, Rabu.

Baca juga: DPR minta Kementan fokus tingkatkan produksi susu sapi

Menurut dia, dalam kondisi normal, seekor ternak sapinya bisa menghasilkan 20 liter susu setiap harinya. Kini saat musim kemarau, per sapi hanya menghasilkan 17 hingga 18 liter susu per hari.

"Kondisi normal, saya minimal bisa menghasilkan 1 kwintal susu sapi per hari, bahkan lebih. Sekarang saat kemarau susah bisa capai 1 kwintal," katanya.

Guna mendongkrak produksi susu dari ternak sapinya, Sukarni menyiasati dengan memberi pakan tambahan, berupa konsentrat. Hal itu membuat pihaknya mengeluarkan biaya produksi tambahan.

Baca juga: Produksi susu segar bakal melonjak dengan Perpres

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki program prioritas berupa pengembangan budi daya sapi perah dan kelinci guna mewujudkan agrowisata dan kampung ternak.

Terdapat empat kecamatan yang dipilih sebagai lokasi pengembangan peternakan sapi perah. Yakni di Kecamatan Plaosan, Poncol, Panekan dan Sidorejo. Keempat lokasi tersebut ditunjuk karena dinilai memiliki ketersedian pakan rumput yang melimpah.

Baca juga: BKPM berharap produksi peternakan kurangi impor susu

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mencatat saat ini populasi sapi perah di Kabupaten Magetan mencapai 200 ekor sapi perah. Rata-rata para peternak sapi perah tersebut memiliki empat hingga lima ekor sapi perah.

Keberadaan sentra sapi perah di lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan tersebut menjadi andalan untuk mengekspos sentra peternakan dan pariwisata di wilayah itu.

Baca juga: Peternak sapi diminta tingkatkan produksi susu

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Let's block ads! (Why?)