Pemerintah gelontorkan Rp78,8 miliar untuk renovasi 5 stadion di Solo

Solo (ANTARA) - Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana Rp78,8 miliar untuk merenovasi lima standion dan lapangan sepak bola di Kota Solo sebagai persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021."Kegiatan renovasi lima stadion dan lapangan sepak bola di Kota Solo satu paket senilai Rp78,8 miliar," kata Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Supriyanto usai penandatanganan Kontrak dan Kick Off Renovasi Stadion dan Lapangan Sepak Bola di Stadion Manahan Solo, Jumat petang. Iwan menyebut kelima stadion dan lapangan sepak bola di Solo itu satu venue utama untuk melengkapi Stadion Manahan ini. Stadion Manahan Solo akan disesuaikan dengan standard FIFA, salah satunya dengan meningkatkan kekuatan penerangan lampu dari 1.500 Lux menjadi 2.400 Lux demi kepentingan penyiaran dan dilengkap "fresh style" pagar pengaman untuk mengatur dan mengendalikan jumlah penonton. "Karena, dengan adaptasi kebiasaan baru, dan mungkin mengantisipasi regulasi FIFA untuk pertandingan nanti apabila ada pembatasan penonton, maka fresh style ini, menjadi alat untuk mengendalikan jumlah penonton, dimana "single seat" yang ada sudah bernomor," kata Iwan. Baca juga: MoU renovasi sarana Piala Dunia U-20 ditandatangani Iwan menyebutkan, setelah mempertimbangkan akses, kesiapan lapangan dan standar ukuran, maka FIFA menetapkan empat lapangan untuk latihan di Sriwedari, Kotabarat, Banyuanyar dan Sriwaru Solo. "Jadi total senilai Rp78,8 miliar itu untuk biaya kontruksi fisik lima stadion dan lapangan sepak bola," kata Iwan. Iwan mengatakan, mengingat Piala Dunia U-20 akan digelar Mei hingga Juni 2021, maka renovasi venue utama dan lapangan latihan pemain harus sudah selesai April mendatang. "Dengan semangat dan dukungan dari masyarakat Solo khususnya suporter Pasoepati kegiatan renovasi dalam enam bulan siap diselesaikan. Indonesia siap menyambut Piala Dunia U-20," kata Iwan. Untuk renovasi empat lapangan pendukung yang pertama diperhatikan adalah jenis rumput diganti sesuai standard lapangan utama Stadion Manahan, lampu penerangan berkekuatan 800 Lux, toilet dan ruang ganti pemain juga harus berstandard. Baca juga: Renovasi stadion harus selesai sesuai jadwal, kata Menteri PUPR "Kami seharusnya untuk ruang ganti hanya satu tim cukup, tetapi dalam renovasi dibuat untuk dua tim sehingga ke depan juga dapat dimanfaatkan untuk lapangan pertandingan dalam pembinaan sepak bola di Kota Solo," kata Iwan. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan dengan direnovasinya empat lapangan di Solo itu maka Pemkot Surakarta harus menyediakan anggaran perawatan. "Kami berharap masyarakat yang lokasinya dekat atau digunakan untuk renovasi lapangan pendukung Piala Dunia U-20 agar ikut mendukung, dan tidak ada yang mengganggu. Hal ini, untuk mempercepat pengerjaan agar April sudah selesai dan Mei siap digunakan," kata Rudyatmo. Dia berharap dimilikinya lapangan standard FIFA bakal memajukan olahraga di daerah ini, khususnya sepak bola. "Karena, latihan tempatnya bisa malam atau siang, dan lapangannya juga standard FIFA," kata Ruduatmo. Baca juga: Kementerian PUPR hanya tangani renovasi dua stadion Piala Dunia U-20 Pewarta: Bambang Dwi MarwotoEditor: Jafar M SidikCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)

Pemerintah gelontorkan Rp78,8 miliar untuk renovasi 5 stadion di Solo
Solo (ANTARA) - Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana Rp78,8 miliar untuk merenovasi lima standion dan lapangan sepak bola di Kota Solo sebagai persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021."Kegiatan renovasi lima stadion dan lapangan sepak bola di Kota Solo satu paket senilai Rp78,8 miliar," kata Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Supriyanto usai penandatanganan Kontrak dan Kick Off Renovasi Stadion dan Lapangan Sepak Bola di Stadion Manahan Solo, Jumat petang. Iwan menyebut kelima stadion dan lapangan sepak bola di Solo itu satu venue utama untuk melengkapi Stadion Manahan ini. Stadion Manahan Solo akan disesuaikan dengan standard FIFA, salah satunya dengan meningkatkan kekuatan penerangan lampu dari 1.500 Lux menjadi 2.400 Lux demi kepentingan penyiaran dan dilengkap "fresh style" pagar pengaman untuk mengatur dan mengendalikan jumlah penonton. "Karena, dengan adaptasi kebiasaan baru, dan mungkin mengantisipasi regulasi FIFA untuk pertandingan nanti apabila ada pembatasan penonton, maka fresh style ini, menjadi alat untuk mengendalikan jumlah penonton, dimana "single seat" yang ada sudah bernomor," kata Iwan. Baca juga: MoU renovasi sarana Piala Dunia U-20 ditandatangani Iwan menyebutkan, setelah mempertimbangkan akses, kesiapan lapangan dan standar ukuran, maka FIFA menetapkan empat lapangan untuk latihan di Sriwedari, Kotabarat, Banyuanyar dan Sriwaru Solo. "Jadi total senilai Rp78,8 miliar itu untuk biaya kontruksi fisik lima stadion dan lapangan sepak bola," kata Iwan. Iwan mengatakan, mengingat Piala Dunia U-20 akan digelar Mei hingga Juni 2021, maka renovasi venue utama dan lapangan latihan pemain harus sudah selesai April mendatang. "Dengan semangat dan dukungan dari masyarakat Solo khususnya suporter Pasoepati kegiatan renovasi dalam enam bulan siap diselesaikan. Indonesia siap menyambut Piala Dunia U-20," kata Iwan. Untuk renovasi empat lapangan pendukung yang pertama diperhatikan adalah jenis rumput diganti sesuai standard lapangan utama Stadion Manahan, lampu penerangan berkekuatan 800 Lux, toilet dan ruang ganti pemain juga harus berstandard. Baca juga: Renovasi stadion harus selesai sesuai jadwal, kata Menteri PUPR "Kami seharusnya untuk ruang ganti hanya satu tim cukup, tetapi dalam renovasi dibuat untuk dua tim sehingga ke depan juga dapat dimanfaatkan untuk lapangan pertandingan dalam pembinaan sepak bola di Kota Solo," kata Iwan. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan dengan direnovasinya empat lapangan di Solo itu maka Pemkot Surakarta harus menyediakan anggaran perawatan. "Kami berharap masyarakat yang lokasinya dekat atau digunakan untuk renovasi lapangan pendukung Piala Dunia U-20 agar ikut mendukung, dan tidak ada yang mengganggu. Hal ini, untuk mempercepat pengerjaan agar April sudah selesai dan Mei siap digunakan," kata Rudyatmo. Dia berharap dimilikinya lapangan standard FIFA bakal memajukan olahraga di daerah ini, khususnya sepak bola. "Karena, latihan tempatnya bisa malam atau siang, dan lapangannya juga standard FIFA," kata Ruduatmo. Baca juga: Kementerian PUPR hanya tangani renovasi dua stadion Piala Dunia U-20 Pewarta: Bambang Dwi MarwotoEditor: Jafar M SidikCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)