Kapolda Sulteng: Penanganan Poso tak cukup penegakkan hukum

Saya mau menyampaikan bahwa operasi Tinombala itu tidak cukup dengan hanya penegakan hukum dan operasi militer, tetapi juga perlu dilakukan operasi-operasi lainPalu (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen Pol Syafril Nursal,...

Kapolda Sulteng: Penanganan Poso tak cukup penegakkan hukum

Saya mau menyampaikan bahwa operasi Tinombala itu tidak cukup dengan hanya penegakan hukum dan operasi militer, tetapi juga perlu dilakukan operasi-operasi lain

Palu (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen Pol Syafril Nursal, mengatakan penanganan aksi terduga kelompok sipil bersenjata di wilayah Kabupaten Poso, tidak cukup hanya penegakan hukum semata, namun membutuhkan kerja sama semua pihak.

"Saya mau menyampaikan bahwa operasi Tinombala itu tidak cukup dengan hanya penegakan hukum dan operasi militer, tetapi juga perlu dilakukan operasi-operasi lain," kata Kapolda kepada wartawan dalam jumpa pers, di kota Palu, Senin.

Ia mengatakan seperti keterlibatan pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam upaya penyelesaian persoalan di Poso, yang dikenal dengan daerah rawan aksi terduga terorisme, yang diduga dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata jaringan MIT pimpinan Ali Kalora.

Baca juga: Belasan warga Sulteng diciduk polisi karena mau gabung MIT

"Tidak cukup dengan pendekatan agama saja, namun penanganannya perlu penyelesaian secara menyeluruh, perlu pendekatan-pendekatan sosial, maupun pendekatan ekonomi," tuturnya.

Disebutnya, jika hanya operasi militer dan penegakan hukum yang terus lakukan, dirinya menduga tidak dapat menyelesaikan masalah dengan cepat.

"Untuk itu mari bersama-sama menyelesaikan persoalan Poso secara komprehensif, tidak hanya Polri dan TNI saja,tetapi juga perlu keterlibatan instansi-instansi lain," ujarnya.

"Misal, kementerian agama bisa melihat kurikulum, bahan ajaran yang diajarkan dan guru yang mengajar di situ," ujarnya.

Baca juga: Kapolda: Ada bom di badan dua DPO yang dilumpuhkan

Pewarta: Rangga Musabar/Sulapto Sali
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Let's block ads! (Why?)