Felix Siauw apresiasi Gus Miftah pandu Deddy Corbuzier masuk Islam

Jakarta (ANTARA) - Ustadz Felix Siauw mengapresiasi KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) yang memandu pesohor Deddy Corbuzier untuk masuk Islam pada Jumat."Dan pada hari ini, layak kiranya @gusmiftah juga mendapat apresiasi," kata Felix melalui akun Instagramnya yang dipantau dari Jakarta, Jumat.Felix mengatakan Gus Miftah dapat memandu Deddy sehingga mantap dengan hidayah Islam.Dia mengatakan tokoh Nahdlatul Ulama itu memiliki kekayaan pendekatan dakwah Islam.Menurut dia, Gus Miftah memiliki kekhasan seperti Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang melakukan syiar Islam dengan pendekatan budaya Jawa. Bahkan dia menyebut dakwah mereka memiliki daya tarik tersendiri."Bukan liberal, tapi keduanya cerdas dalam berbudaya. Mungkin kita harus pahami ke-Jawaannya, hingga kita tahu bahwa keduanya sangat teguh dalam Islam," katanya.Dakwah di tanah Jawa, kata dia, saat ini nampak luwes dan apik dengan menggunakan budaya. Dakwah dengan budaya juga nampak efektif sebagaimana dilakukan Wali Songo di masa lampau sehingga mampu meng-Islamkan banyak orang di Nusantara.Seiring dengan itu, Felix mengatakan terdapat hal-hal pokok dan cabang dalam agama. Para ulama telah menjelaskan mengenai perkara budaya dan agama."Misal, nggak ada yang mewajibkan shalat dengan gamis atau mengharuskan haji naik unta. Karena itu bagian dari budaya yang bisa berubah sesuai zaman dan keadaan," kata dia.Akan tetapi, kata Felix, wanita berhijab, haji harus di Mekkah, thawaf wajib di Kakbah dan Al Fatihah menggunakan Bahasa Arab adalah pokok dari agama yang tidak bisa diubah.Dia mengatakan Islam tidak pernah meniadakan budaya karena Islam ada di atasnya. Pengakuan Islam pada budaya artinya mengakui keragaman manusia.Baca juga: Gus Miftah dan gayanya yang nyentrikBaca juga: Deddy Corbuzier memeluk Islam berkat bimbingan orang yang tepatBaca juga: Deddy Corbuzier temui Ma'ruf Amien usai ucapkan syahadat Gus Miftah akan terus dakwah di klub malam Pewarta: Anom PrihantoroEditor: Budi SantosoCOPYRIGHT © ANTARA 2019 Let's block ads! (Why?)

Felix Siauw apresiasi Gus Miftah pandu Deddy Corbuzier masuk Islam
Jakarta (ANTARA) - Ustadz Felix Siauw mengapresiasi KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) yang memandu pesohor Deddy Corbuzier untuk masuk Islam pada Jumat.

"Dan pada hari ini, layak kiranya @gusmiftah juga mendapat apresiasi," kata Felix melalui akun Instagramnya yang dipantau dari Jakarta, Jumat.

Felix mengatakan Gus Miftah dapat memandu Deddy sehingga mantap dengan hidayah Islam.

Dia mengatakan tokoh Nahdlatul Ulama itu memiliki kekayaan pendekatan dakwah Islam.

Menurut dia, Gus Miftah memiliki kekhasan seperti Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang melakukan syiar Islam dengan pendekatan budaya Jawa. Bahkan dia menyebut dakwah mereka memiliki daya tarik tersendiri.

"Bukan liberal, tapi keduanya cerdas dalam berbudaya. Mungkin kita harus pahami ke-Jawaannya, hingga kita tahu bahwa keduanya sangat teguh dalam Islam," katanya.

Dakwah di tanah Jawa, kata dia, saat ini nampak luwes dan apik dengan menggunakan budaya. Dakwah dengan budaya juga nampak efektif sebagaimana dilakukan Wali Songo di masa lampau sehingga mampu meng-Islamkan banyak orang di Nusantara.

Seiring dengan itu, Felix mengatakan terdapat hal-hal pokok dan cabang dalam agama. Para ulama telah menjelaskan mengenai perkara budaya dan agama.

"Misal, nggak ada yang mewajibkan shalat dengan gamis atau mengharuskan haji naik unta. Karena itu bagian dari budaya yang bisa berubah sesuai zaman dan keadaan," kata dia.

Akan tetapi, kata Felix, wanita berhijab, haji harus di Mekkah, thawaf wajib di Kakbah dan Al Fatihah menggunakan Bahasa Arab adalah pokok dari agama yang tidak bisa diubah.

Dia mengatakan Islam tidak pernah meniadakan budaya karena Islam ada di atasnya. Pengakuan Islam pada budaya artinya mengakui keragaman manusia.

Baca juga: Gus Miftah dan gayanya yang nyentrik
Baca juga: Deddy Corbuzier memeluk Islam berkat bimbingan orang yang tepat
Baca juga: Deddy Corbuzier temui Ma'ruf Amien usai ucapkan syahadat

Gus Miftah akan terus dakwah di klub malam

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Let's block ads! (Why?)